Happy Is Pretty ?

. Friday, June 22, 2007
0 comments

Dengan makin minimnya orang awam baik di daerah terpencil atau di perkotaan, menimbulkan revolusi teknologi yang memfasilitasi kebutuhan serta kapasitas manusia di era moderen. Itu merupakan simbol dan status, layaknya mainan yang tak terpahami pada permainan itu sendiri. Hingga kecepatan waktu tak terhenti. Aruspun tak terhalangi oleh hati, jiwa, dan akal suci.Seolah-olah zaman ini hidup secara ceria dan cemerlang. Akan tetapi, faktanya kembali ke masa Nabi Adam as atas teragedi Qabil dan Habil yang gelap akan pengetahuan dan tipisnya kepercayaanBermula dari segelintir orang barat (non-muslim)-orang timur (islam)termasuk Indonesia.yang mencari kepuasan birahi hati untuk kebahagiaan abadi,tanpa menyentuh pikiran hanya mengedepankan EQ(emotional question)negative dan IQ(Intelektual Question) sebagai media atau alat kinerja tersebut.

Lantas! Gimanakah muka bumi ini ? yang amat besar bebannya untuk melimpahkan kenikmatan pada penghuni di dalamnya. Karena bumi merupakan suatu hasil dari penciptaan yang begitu agung dari Sang Khalik. Ia akan tunduk selama tak ada teguran dari Sang Pencipta, walaupun para penghuninya melakukan tindakan yang dapat merusak bumi itu sendiri serta menimbulkan bencana-bencana yang lain.

Itu merupakan inspirasi dan imajinasi yang negative dengan memanage tanpa berpola struktural. Sebab manusia sangat minim untuk mengetahui maksud happy is beauty hanya sebatas makna yaitu,” kebahagiaan itu indah”. Sehingga muncullah ungkapan kebahagiaan tak akan lepas dari kakayaan yang meliputi harta yang bersifat duniawi. Segala cara ia halalkan. Dan ia pun tak mensukuri apa-apa yang diidamkan, seperti mobil yang mewah, emas, rumah atau bangunan bertingkat serta jabatan yang tinggi. Dengan tanpa ada komperatif , full time work di jalankan dengan mempertaruhkan nyawanya, hanya sekedar berlomb-lomba mencari kekayaan atau kekuasaan di mata orang lain.

M. Fadhil

Tidur Dan Shalat Subuh, Lebih Nikmat Mana?

. Thursday, June 21, 2007
0 comments

Jika kita melihat realita yang ada, banyak dari umat muslim zaman sekarang yang menganggap remeh terhadap pelaksanaan shalat subuh berjama’ah. Hal semacam ini dapat kita buktikan ketika adzan subuh telah dikumandangkan, mayoritas dari meraka lebih memilih untuk meneruskan aktivitas mereka di alam mimpi. Bagi mereka tergolek di atas kasur yang empuk jauh lebih nikmat dibandingkan sujud di atas sajadah dalam shalat jama’ah. Di atas sebuah kasur empuk. Mereka sering kali bedalih “entar aja , siang-siangan juga bisa”Tentu saja hal tersebut sangat kontras sekali, jika kita bandingkan dengan keadaan umat Islam ketika zaman Nabi Muhammad SAW. Satu contoh kecil saja, ketika terjadi peperangan untuk menaklukkan benteng Tartar. Ketika itu terjadi suatu peristiwa yang lumrah dalam pandangan orang kebanyakan, yaitu terlambat melaksanakan shalat subuh. “tragedi” ini membuat salah satu sahabat yang bernama Anas bin Malik selalu menangis bila mengenangnya. Ingat sobat! Terlambat di sebabkan jihad…

Perbedaan di atas sudah sangat jelas. Betapa banyak dari umat muslim yang tidak faham atau sengaja dilupakan, betapa urgennya pelaksanaan shalat subuh di awal waktu. Hingga para sahabat selalu menyesalinya, padahal hanya sebatas terlambat. Apakah kebanyakan dari kita lebih mementingakan kehidupan duniawi yang sifatnya hanya sementara. Jika kita mau bersikap agak kritis, kenapa bisa Allah SWT menetapkan pelaksanaan shalat pada waktu yang begitu sulit, dimana ketika itu manusia sedang asyik dengan mimpi masing-masing di atas kasur yang empuk. ternyata di balik pelaksanaannya diwaktu yang sangat sulit tersimpan anugrah yang melimpah dari Allah.
Pernah suatu ketika, salah seorang penguasa Yahudi melontarkan sebuah pernyataan “kaum yahudi tidak takut terhadap umat Islam, kecuali terhadap satu hal. Apakah hal tersebut? Apabila jumlah jama’ah shalat subuh menyamai jumlah jama’ah shalat jum’at”.
Apa yang bisa kita petik dari pernyataan di atas. Ternyata umat Yahudi lebih jeli terhadap realita yang terjadi pada umat Islam. Ini terbukti dengan adanya pernyataan tersebut. Apakah terdapat dalam perkataaan tesebutlah terdapat kunci kesuksesan orang- orang barat di zaman modern ini. Sepanjang pendengaran penulis selama ini, memang mayoritas dari orang-orang barat selalu berangkat ke tempat mereka bekerja ketika pagi- pagi buta.

Dan fakta juga mengatakan seperti itu halnya. Dr. Raghib As-Sirjani salah seorang dosen di fakultas kedoteran Universitas Kairo, ketika berkunjung ke AS. Ia terkejut sekali dengan penduduk Negara tersebut. Pasalnya ketika ia pulang dari salah satu masjid di Negara tersebut, setelah melaksanakan shalat subuh ia menjumpai di jalan-jalan utama sangat ramai dengan mobil. Dan apa yang mereka lakukan saat itu? Mereka berusaha sekuat tenaga bangun pagi untuk masalah pekerjaan kantor mereka. Mereka itu orang Yahudi, pekerjaan mereka notabene hanya untuk kepentingan dunia saja, hati mereka tergugah untuk bangun pagi. Bahkan ada suatu hal yang lebih fantastik dari realita ini. Ketika Dr Raghib melangkahkan kakinya ke masjid guna menunaikan shalat subuh. Di jalan beliau bertemu dengan banyak orang yang sedang berjalan dengan anjing-anjing mereka. Tentunya hal ini membuat beliau linglung. Kok bisa di waktu pagi-pagi sekali mereka berjalan dengan anjing-anjing mereka. Maka beliaupun berinisiatif untuk bertanya kepada penduduk tersebut. Dan jawaban yang beliau dapatkan dari meraka “ kami berjalan hanya sekedar untuk mengajak anjing-anjing kami menghirup udara segar”. Orang-orang yahudi bisa bangun setengah lima pagi karena hati mereka terpaut dengan anjing mereka. Sedangkan kita seorang mu’min hanya segelintir orang saja yang hatinya tergugah untuk membuktikan rasa cintanya kepada sang Khaliq.

Kejadian tersebut, tentunya menjadi sebuah kaca perbandingan yang harus kita perhatikan benar-benar. Dan sudah sangat jelas bahwasanya di balik pelaksanaan shalat subuh di awal waktu terdapat suatu hal yang urgen bagi tatanan kehidupan kita. Apakah suatu hal yang wajar? jika orang- orang Yahudi telah siap dengan pakaian kerja mereka, sedangakan kita masih terlelap di atas kasur. Bukankah “tidur subuh menyebabakan kefakiran”.

M. Iqbal

Spiritual (kebahagiaan)

. Tuesday, June 19, 2007
0 comments

Setiap orang bisa bahagia meskipun banyak sekali definisi kebahagiaan itu. Perlu diketahui bahwasanya kebahagiaan yang paling besar adalah bersumber dari diri kita sendiri akan tetapi banyak diantara kita sering kali menganggap bahkan sering memerlukan kebahagiaan dari luar diri kita. Seperti halnya kita dengan serta merta menyamakan kebahagiaan dengan manusia dengan harta benda. Jikalau ada orang yang baik dan ramah serta memberikan harta dan barang yang banyak, bagus, serta berharga sekali bagi diri kita, barulah dapat dirasakan kebahagiaan. memang kita akui daya pikat hal-hal tersebut sangatlah luar biasaBahkan kalau kita sudah terpikat pada hal tersebut kita akan sulit lepas dari itu semua dan itu akan membuat kita tercandu, sehingga banyak sekali diantara kita lupa bahkan tidak tahu-menahu bahwasanya kemasyhuran, kekayaan, dan kesuksesan itu tidak dengan sendirinya bisa membahagiakan kita. Sebab semua itu hanyalah mantra material kita saja. Jadi sangat perlu pengimbangan antara kebahagiaan material dan spiritual. karena spiritual adalah cara untuk menjadikan kebahagiaan batiniah. Dengan kebahagiaan batiniah kita akan mendapatkan kebahagiaan lahiriah.

Sebenarnya manusia bisa dikatakan layaknya “meja”yang mana memiliki empat kaki. Kaki pertama yang bisa menumpu kehidupan manusia adalah kaki material dan kedua adalah intelektual, kaki ketiga adalah emosional dan yang terakhir spiritual.kebahagiaan manusia sangatlah bergantung pada keempat kaki ini.jadi perlulah keseimbangan di antara keempat hal tersebut yang akan menunjang kebahagiaan hidup manusia. Seperti kita ketahui bersama, banyak diantara manusia di muka bumi ini telah mabuk serta terbuai oleh kehidupan tersebut.dan juga banyak sekali diantara kita yang terbuai pada hal maya yang diperkirakan semua itu dapat membahagiakan kita akan tetapi malah berimbas sebaliknya, sehingga kita seolah-olah lupa kepada realita kehidupan yang sebenarnya. Kehidupan inilah yang akan berputar dan menentukan kehidupan kita dimasa yang akan datang. Akhirnya akibat dari keterbuaian dan ketercanduan inilah manusia terjebak kepada sesuatu yang akan menjerumuskannya ke jurang kebiadaban. Pada konsep spritual ini banyak sekali kita ketahui bahwasanya sebagian besar diantara kita mengartikan hal spiritual itu secara negatif.Seperti halnya diantara kita mengartikan bahwa spiritual itu bertujuan kepada hal ghoib dan menyesat kan.akan tetapi tidak semua hal yang berbau spiritual itu menyesatkan, memang spiritual itu bertujuan kepada hal yang ghoib, akan tetapi tidak lain hanya bertujuan kepada sang Kholiq.Seperti yang telah berjalan di pondok kita(Al-amien prenduan)yaitu yang berkenaan tentang Qiyamulail. Itu semua bertujuan untuk menguatkan spiritualitas kita kepada Sang Kholiq.

Jikalau manusia terus tercandu kebahagiaan dunia saja, apalagi sesuatu yang mereka lakukan itu sudah melampaui batas-batas norma dan syara`, maka semakin lama mereka hidup, semakin banyak pula spesies-spesies baru yang bahkan lebih biadab dari mereka itu. Sehingga timbulah konsep-konsep pemikiran rasional di otak kita, bahwasanya di samping kita membutuhkan kebahagiaan duniawi juga harus diselingi dengan tertanamnya spiritual yang kuat di dalam diri kita, supaya peranan spiritual tersebut akan membawa dan menyongsong kehidupan yang lebih bahagia lagi .

Sistem Pendidikan Full Day

. Saturday, June 16, 2007
0 comments

Tak dapat dielakan lagi bahwasannya eksistensi pendidikan di zaman modern ini sangat urgen bagi setiap individu. Apalagi di zaman cyber ini, setiap aktivitas kita tak akan lepas dengan teknologi. Kemajuan pesat teknologi sangat berpengaruh dengan taraf pendidikan di dalam suatu komunitas tersebut. Sungguh sangat mustahil, suatu Negara, sebut saja Negara kita Indonesia dapat menciptakan penemuan terbaru tanpa adanya pendidikan dalam bidang tersebut. Dan Indonesia dari tahun ke tahun terus malakukan inovasi dalam bidang pendidikan, entah itu dalam aspek kurikulum, manejemen dan sebagainya. Dan akhir-akhir ini pemerintah kita telah mencanangkan sebuah program pendidikan yang disebut dengan full day school, dimana seorang siswa seharian penuh berada dalam lingkup sekolah. Duduk di kelas memperhatikan berbagai penjelasan guru, mulai pagi hingga sore hari

Ini merupakan sebuah inovasi dalam pendidikan Indonesia. Akan tetapi sangat disayangkan, pemerintah kurang cermat dalam menentukan kegiatan, untuk mengisi system tersebut, ditambah lagi dengan waktu yang kurang efisien, dimana otak seorang siwa dipaksa untuk memperhatikan keterangan guru mulai pagi hingga sore hari, mungkin banyak siswa yanga merasa jenuh dengan system yang seperti ini. Dalam kesempatan ini, coba kita perhatikan pandidikan fullday ini. Disana terdapat sedikit kekurangan. Pertama pelajaran yang diajarkan seorang guru tehadap siswa. Sejak pagi hingga sore hari mereka hanya dicekoki dengan pendidikan yang berbau intlektual saja. Otak kiri siswa selalu dilatih akan tetapi sebaliknya otak kanan mereka dibiarkan begitu saja. Inilah salah satu kekurangan pendidikan Indonesia, yang lebih mengedepankan pendidikan intlektual, sedangkan pendidikan emotional mereka tak diperhatikan. Kedua masalah waktu yang begitu panjang. Mulai pagi hingga sore siswa hanya duduk terpaku di dalam kelas, mendengarkan penjelasan guru yang sedikit menjenuhkan. Untuk masalah koginitif saya kira mulai pagi hingga siang itu sudah cukup dan itu merupakan waktu yang kondusif untuk belajar.Ya, mungkin ketika malam mereka bisa menambah porsi belajar mereka dengan bantuan orang tua mereka. Seandainya siang digunakan untuk belajar itu merupakan waktu yang kurang kondusif. Mengapa? Setelah makan siang tentunya perut terasa kenyang, dan itu akan menyebabkan kemalasan otak kita untuk bekerja. Ketiga kemana waktu mereka bermain bersosialisasi dengan sahabat-sahabat mereka. Bukankah manusia itu makhluk sosial yang membutuhkan sebuah kehidupan bermasyarakat, saling membantu antara satu dengan yang lainnya. Sandainya mereka tak terbiasa untuk bergaul dengan sahabat-sahabat mereka, bagaimana mereka bisa hidup bermasyarakat. Nah ini yang sangat ditakutkan akibatnya. Memang dengan fullday akan banyak melahirkan seorang intlek akan tetapi apakah mereka bisa bersosialisasi dengan masyarakat sekitar…!

Bagaimana kita menyikapi hal ini. Jika kita menengok sedikit terhadap pendidikan pondok pesantren, mungkin kedua sistem tersebusipadukan. Mulai pagi hingga siang, siswa diberikan pendidikan kognitif. Sedasngkan siang hari, setelah mereka makan, sholat, waktu mereka untuk mengasah kemampuan emotional, seperti drama, menjahit, olahraga dan sebagainya. Sore harinya, merka bisa kembali le rumah mereka masing-masing, untuk bercengkrama, bersosialisasi dengan sahabat-sahabat mereka di rumah. Mungkin ini lebih efisien, dan akan menciptakan seorang cendikia, pemimpin yang mudah bersosialisai dengan masyarakat, pendek kata seseorang cendikia yang berjiwa social.

Peradaban Islam Di Barat

. Thursday, June 14, 2007
2 comments

Tidak dapat dipungkiri lagi, hampir seluruh peradaban dunia sekarang berkiblat kepada perkembangan Barat. Mulai dari gaya berpakaian, gaya bicara maupun tingkah laku. Kita yakin masyarakat dijaman kita sudah menyadari adanya pengaruh peradaban Barat dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dapat kita lihat dari cara berbicara, berpakaian, visi kenegaraan dan hubungan antar bangsa, bahkan menghibur diripun kini orang kebanyakan menggunakan ukuran-ukuran kesenangan orang-orang Barat, lebih ironisnya lagi tidak sedikit dari kalangan umat Islam ikut-ikutan meniru tingkah laku orang Barat, hal ini disebabkan karena tidak semua orang benar-benar memahami maksud yang terselubung dari peradaban Barat tersebut.

Pada masa pra sejarah, kira-kira pada abad ke-181 Barat dengan keseriusannya meyakini diri sendiri bahwa dialah ukuran dari segala sesuatu. Bukan hanya itu, bahkan mereka juga meyakini bahwa rasionalitas yang luar biasa pasti membawanya ke puncak pengetahuan, kekuasaan dan kebahagiaan dan mereka yakin bahwa peradabannya merupakan peradaban yang paling mulia yang pasti mendominasi alam semesta.

Hukum rasionalnya piagam hak asasi manusia mendekatkan ilmiahnya yang diyakini bebas nilai semuanya itu dianggap unsur-unsur yang sangat penting dari suatu budaya-budaya yang tengah tumbuh sekarang ini dapat kita lihat peradaban Barat begitu kental dikalangan masyarakat dunia dalam aspek kehidupan mereka. mulai kebiasaan makannya, mode, kecantikan lokal bagi kaum wanita maupun pria, pengaturan waktu santai, norma-norma seksual, dan hampir semua aspek kehidupan masyarakat pada masa kini berkiblat pada peradaban barat. Bahkan mereka merasa malu kalau tidak meniru peradaban barat. Yang menjadi tolak ukur bagi semua pergaulan. Apalagi pada masalah gaya hidup. Kebanyakan orang takut dibilang kuper alias kurang pergaulan, dan tidak dapat dipungkiri lagi bahwa peradaban barat sudah mulai menancapkan kukunya pada kulit suci ummat islam.

Melihat keadaan tersebut, sudah dapat diterka bahwa mereka telah menyadari islmlah yang akan menghancurkan peradaban Barat. Maka dari itu mereka melakukan invasi terhadap berbagai aspek kehidupan dunia Islam. Diantara inpasi terhadap berbagai aspek kehidupan dunia Islam diantara invasi Barat terhadap dunia Islam diawali dari pasca terjadinya peristiwa 11 september 2001 dengan alasan itulah barat dibawah kendali AS melakukan penyerangan terhadap dua Negara yaitu AFGHANISTAN dan IRAK peroyek besar-besaran AS untuk untuk menjadikan agenda “ pertama melawan teroris” sebagai agenda pertama dalam politik International terbukti mereka lebih menyerahkan penyerangan-penyerangan terhadap apa yang disebut dengab teroris Islam yang mereka nilai membahayakan kepentingan Barat dan AS pada umumnya serangan-serangan AS lainnya terhadap Negara-negara Islam tidak lain hanyalah ketakutan AS terhadap Islam yang akan mampu meruntuhkan perdaban mereka

Maka dari itu kita sebagai umat Islam yang menjadi sasaran utama dari kaum penghancur harus waspada terhadap berbagai sesuatu yang dilakukan secara halus. seperti Herny Martyn 3 “untuk menghancurkan umat Islam saya tidak perlu menggunakan senjata melainkan dengan kata-kata, tidak dengan pasukan tapi dengan akal sehat, tidaklah dengan kebencian tapi dengan cinta”. Dapat kita saksikan upaya-upaya tersebut mereka lakukan seperti usaha para penyumbang-penyumbang sejati memberikan berbagai sumbangan terhadap bencana yang melanda Indonesia seperti: Tsunami di Aceh, Gempa Bumi di Jogja, dan Lumpur Lapindo Sidoarjo dan dan babarapa tempat lainnya yang belum tersentuh tangan-tangan kedermawanan sang penyumbang sejati.

Melihat keadaan seperti ini kita tidak boleh tinggal diam, kita harus berjuang bersama-sama menghadapi problema umat Islam pada saat ini. Kita harus bisa melawan berbagai tindak-tanduk orang barat terhadap dunia Islam baik dengan fisik maupun dengan kekuatan pikiran. maka dari itu diperlukan solusi yang jitu dalam menghapi situasi ini

Dalam menghadapi kondisi seperti ini ada dua solusi yang kami tawarkan yaitu:
1. Kita luruskan barisan sebagai wujud dari pertahanan dan benteng yang menguatkan, serta tetap berpegang teguh terhadap ajaran agama Islam
2. Perlu adanya rasa bekerja keras dan kemauan yang teguh terhadap agama Islam.

Moh. Zia Ulhaq

Kontroversi Bencana Di balik Kepemimpinan SBY

. Wednesday, June 13, 2007
0 comments

Sejak SBY menjadi presidan di negeri ini, rasanya Indonesia tidak luput dari bencana. Berawal dari Tsunami, banjir, lumpur Lapindo, Adam Air, dan sebagainya. Bancana ini bersusulan dan sambung-menyambung tiada henti-hentinya. Belum selesai yang satu, datang lagi yang lain. Begitulah bencana yang memporak-porandakan negeri ini sepanjang kepemimpinan SBY. Yang dipermasalahkan sekarang adalah tentang pendapat dan perbincangan masyarakat yang timbul dari mulut-kemulut bahwasanya bencana yang terus-menerus melanda negeri Indonesia ini disebabkan kepemimpinan SBY. Memang sejak SBY menjabat sebagai presiden Republik ini terus menerus dilanda bencana karena bencana ini datang ketika kepemimpinan SBY, padahal kalau kita mau berfikir secara logis tak akan mungkin suatu bancana datang karena seorang pemimpin. Seorang pemimpin tak tahu apa-apa tentang bencana, karena bencana itu datangnya bisa jadi karena kesalahan manusia itu sendiri atau itu memang benar-benar dari alam itu sendiriContohnya seperti tsunami, itukan memang benar-benar datang dari alam, karena disebabkan oleh gempa yang terjadi di dasar laut dan bencana yang datang dari kesalahan manusia itu sendiri contohnya lapindo, adam air itu kesalahan dan kelalaian fatal yang disebabkan oleh kelalaian kerja manusia itu sendiri

Menanggapi masalah bencana ini, kalau menurut pikiran kita sebagai seorang muslim yang mempunyai kepercayaan sendiri bahwasanya bencana itu pasti datangnya dari Allah, buakan karena seorang pemimpin. Memang seorang pemimpin dalam pemikirannya lebih tinggi lebih luas serta lebih bersifat intelektual, tapi dalam bidang penanggulangan bencana, saya kira mereka kurang professional. Karena mereka manusia biasa apalagi SBY. Apabila misalnya bapak SBY tahu kalau dalam perjalanan karier kepemimpinannya akan tertimpa bencana yang terus–menerus datang , tentu beliau tidak mau jadi presiden . Karena orang pasti akan terus beranggapan bahwa bermunculannya bencana-bencana ini disebabkan oleh kepemimpinan seorang leader. Padahal dia tidak tahu-menahu tentang masalah ini. Pikiran orang-orang awam hanya tertuju pada kejelekannya saja. Padahal mereka tidak tahu apa prestasi Indonesia semenjak kepemimpinan SBY.

Jadi kita sebagai seorang pelajar dan mempunyai pemikiran yang lebih logis daripada mereka, kita harus berfikir yang lebih jernih lagi. Apalagi dalam menyikapi bencana yang terus-menerus melanda tanah air tercinta kita ini. Kita tahu bahwa bencana itu datangnya dari Yang Maha Kuasa (Allah swt), bukan karena seorang pemimpin. Kalau memang bencana datangnya dari seorang pemimpin, kenapa tidak diturunkan kepada presiden pendahulunya saja, seperti Soeharto yang merupakan pemimpin dikator Indonesia, yang masa kepemimpinannya menerapkan asas tunggal Pancasila di negeri ini, serta kesalahan-kesalahannya yang lebih fatal? Kalau kita mau berfikir sekali lagi, bisa jadi kelompok-kelompok yang menjelekkan SBY mempunyai keinginan terpendam, yakni turunnya SBY dari penerintahan, karena masalah ketidak lancaran dalam menjalankan tugas sebagai seorang presiden. Hal ini tentu merupakan siasat-siasat dari lawan-lawan politik beliau yang ingin menggantikan kedudukannya. Dan masalah bencana yang tak berujung ini merka jadikan sebagai senjata untuk mendesak SBY mundur dari kursi kepresidenan.

Melihat masyarakat Indonesia sekarang yang demi hari kian menjauh dari ajaran agama, mereka menghalalkan segala cara untuk menggapai apa yang mereka inginkan. Walau pun cara itu sangat bertentangan dengan syari`at. Mungkin ini azab dari Allah. Mengingat bagaimana kelakuan bangsa Indonesia sekarang. Dan mungkin Allah swt menurunkan cobaannya kepada kita semua untuk mengetahui kadar keimanan kita serta kesabaran kita dalam menyikapinya.


Besliansyah KWQ

Berhati-hati Dalam Berpandangan

. Tuesday, June 12, 2007
0 comments

Ketika keinginan sudah merasuki hati begitu derasnya, lambat laun hati akan menjadi budak dari keinginan itu. Seperti nafsu manusiawi ketika manusia mempunyai berbagai keinginan, entah itu yang mungkin dapat dicapai atau sebaliknya. Manusia yang berusaha Allah lah penentu segalanya. Mata, sebagai salah satu organ vital yang dimiliki manusia, mempunyai kontribusi yang besar dalam hal ini. Kita melihat tetangga sebelah membeli mobil baru, terbersit keinginan untuk menjadi seperti itu atau bahkan mampu melebihinya. Padahal mobil kemarin pun masih baru, hanya arena tidak bisa menjaga pandangan serta keimanan dan rasa syukurnya rapuh, maka nafsu menyelimuti hati. Kita bisa dianggap telah kufur dengan nikmat yang diberikan oleh Allah. Apakah penyebabnya? Tak lain adalah mata itu sendiri yang belum mampu dijaga oleh pemiliknya

Bukan hanya sebatas itu saja,hampir di seluruh aspek kehidupan mata ini selalu menyertai gerak langkah kita. Jika saja tidak pandai menyetirnya, maka akan berakibat fatal bagi kehidupan. Pernahkah anda mendengar ada seorang anak yang memberlakukan teman wanitanya secara tak senonoh. Saya yakin bagi para lover-lover multimedia, pernah mendengarnya bahkan bukan pernah lagi, melainkan sering. Sungguh ironis sekali, dan sekali lagi ini semua terjadi disebabkan karena apa? Tidak bisa menjaga pandangan.

Tidak ada salahnya apabila kita meniru perbuatan para sahabat RA (Radiallahu Anhu.red). Demikian pula dengan salah satu sahabat nabi, Abu Bakar As siddiq RA, demi menghormati kedudukan seorang wanita, beliau pernah berkata “Lebih baik aku berjalan dibelakang seekor singa, dari pada berjalan di belakang seorang wanita”. Maksudnya tiada lain, hanya agar pandangan terhadap lawan jenis tetap terjaga. Dengan begitu tidak akan menimbulkan perasa apa pun dan menjauhkan kita dari fitnah.

Namun harus diingat pula tidak semua yang diakibatkan mata berbuah hal yang bersifat negatif. Ada seorang sahabat yang hanya karena sering melihat temannya selalu belajar dan tak pernah absen shalat berjamaah lima waktu, akhirnya hatinya tergugah untuk berubah. Padahal sebelum itu dia jarang sekali menyentuh buku, apa lagi belajar. Melangkah ke masjidpun baru satu kali apa lagi shalat berjamaah, belum pernah dia rasakan. Hanya dengan melihat bisa merubah tingkah laku seseorang.

Kemudian pada akhirnya, kembali pada diri kita sendiri. Seberapa besar kelihaian mengendalikan pandangan, objek apa saja yang dijadikan tujuan, dan tak kalah penting manfaat apa yang dapat diraih setelah itu? Semua tergantung kepada kita sendiri. Dan tak lupa pertebal keimanan serta frekuensi ibadah, yang dengan itu mudah-mudahan Allah berkenan selalu menjaga diri khususnya pandangan dari hal merusak. Semoga hidayah Allah selalu mengelilingi dan menuntun kita kejalan yang benar.(Amien)


A M Suhendar KWQ

Kesalahpahaman Tentang Filsafat

. Monday, June 11, 2007
0 comments

Filsafat salah satu kata yang mungkin jarang sekali di dengar orang yang kurang wawasannya serta minatnya dalam pengembangan ideologi. Dikarenakan sempitmya pandangan sempitnya pandangan tentang hal tersebut. Seakan- akan filsafat itu suatu momok yang dapat merusak ideolgi agama yang telah ada, sehingga timbulah suatu persepsi yang intinya menyatakan bahwa filsafat itu tidak boleh bahkan haram untuk dikaji serta diperdalami. Oleh sebab itu sangat sedikit sekali orang yang sadar akan pentingnya filsafat. Hanya segelintir orang saja yang memahaminya sebagai suatu kepentingan dalam hidup beragamaMayoritas pesantren salaf Indonesia, bahkan mungkin hampir keseluruhan, mengharamkan adanya pengkajian atau pendalaman apapun yang berbau filsafat. Karena otoritas pesantren tersebut mengacu kepada pendapat Imam Ghazali yang mengatakan bahwa filsafat itu sesat, yang telah dituliskan beliau dalam bukunya “Tahfatul- Filsafah”. Sehingga pada saat itu terjadi peperangan idealisme antara tokoh filsaat seperti Ibnu Rusyd. Mereka berlomba dalam mengarang buku yang isinya saling menyudutkan lawannya.

Jika kita melihat pada realita yang ada, segala sesuatu di dunia ini tidak lepas dari pemikiran filosofis. Contohnya dalam ilmu tauhid, terdapat kata “adanya makhluk di dunia ini menunjukan adanya Tuhan”. Dalam segi kata-katanya bisa disimpulkan bahwa kalimat tersebut merupakan hasil dari pemikiran filosofis. Jadi persepsi orang salaf yang mengatakan bahwa filsafat itu menyesatkan adalah salah besar. Padahal dasar pelajaran atau bisa dibilang kurikulum yang paling dasar dalam pendidikan pesantren salafi ialah tauhid dengan kitabnya yang berjudul “Tijanu Ad-Darari”. Karangan Syekh Ibrahim Al- Bajuriyyu. Di dalamnya membahas tentang ke- Esaan Tuhan, yang di dalamnya terdapat banyak sekali atau bisa di bilang hampir keseluruhan dari pembahasannya memakai dalil aqli. Kemudian kita ketahui bersama bahwa asal atau sumber dari dalil aqli tersebut akal pikiran manusia yang merupakan inti dari proses terjadinya atau terciptannya ilmu filsafat.

Memang kita ketahui sendiri bahwa sebagian dari ahli- ahli filsafat di dunia, tidak bertuhan. Seperti Nietsheze, Descartes, dan sebagainya. Tapi hal itu terjadi karena ketika mereka berfikir, akal mereka tidak memakai konsep diin yang di paparkan oleh Fauz Noor dalam bukunya “Tapak sabda”, yaitu konsep yang memetakan bahwa kita boleh memikirkan semua hal yang ada di alam semesta ini. Akan tetapi ketika pikiran kita mengenai hal- hal yang berhubungan dengan zat Tuhan YME, kita harus tunduk dan mengalhkan pada topik yang lain. Itulah yang terjadi pada tokoh- toloh fisafat barat yang telah mashur pada zamannya sehingga kita bisa mengatakan mereka para filosof yang kehilangan arah dan tak punya tujuan serta batasan, layaknya orang yang bepergian dengan mobil tetapi tidak ada tujuan yang ingin dicapai sehingga akhirnya mobil merekapun mati karena kehabisan bensin tanpa tahu apa sebenarnya tujuan mereka bepergian dan membuat perjalanan yang mereka lakukan sangat sia-sia.

Sedangkan tokoh-tokoh filsafat Islam kita sangat jauh berbeda dengan tokoh-tokoh filsafat barat yang mempertuhankan akal dan membuang jauh- jauh dari benak mereka apa-apa yang berhubungan dengan Tuhan dikarenakan tiadanya iman yang mengakar kuat dalam hati . Karena ketika mereka memikirkan suatu masalah yang berkecamuk dalam benak mereka, dihadapinya masalah tersebut dengan pikiran yang penuh keimanan dan ketakwaan. Sehingga didapatlah solusi yang diinginkan tanpa sedikitpun meninggalkan norma-norma keagamaan dan tanpa menghilangkan unsure-unsur yang terkandung dalam masalah tersebut. Sampai akhirnya kita dapat merasakan dampak positif dari hasil pemikiran mereka. Contohnya seperti ilmu kedokteran yang dihasilkan oleh tokoh filsuf kita yakni Ibnu Sina, filsafat Islam tentang ketuhanan yang membuat pemikiran kita selalu terpaut dengan Sang Ilahi yang dihasil kan oleh Al- Kindi dan contoh-contoh lainnya yang tak mungkin tersebutkan semuanya.


Zaini abdillah KWQ

Belajar? So What Gitu Lho..!

. Sunday, June 10, 2007
0 comments

Banyak diantara kita yang menganggap bahwa belajar itu merupakan beban yang harus dipikul. Hal ini dikarenakan kesalahan kita dalam memandang dan menilai bahwa belajar itu merupakan sebuah monster (mungkin Dinosaurus, ya…!) yang bisa melahap dan mengganggu aktifitas bermain kita dengan teman-teman. Kalau kita bisa mengubah dan memperbaiki cara pandang kita (prsepsi) dan cara menilai tantang, apa sih itu belajar, kita akan mengetahui bahwa belajar itu merupakan suatu keni’matan yang lezatnya luar biasa (mungkin tak ada tandingannya). Semua tak akan lepas dari cara pandang kita, cara berfikir kita, maupun cara penilaian kita tentang sesuatu, khususnya belajar. Dan perlu kita ketahui bahwa penelitian di bidang ilmu otak berhasil mememukan bahwa pendidikan, psikoterapi dan pengalaman hidup dapat mengubah protein yang diproduksi oleh gen, sama kuatnya daengan perubahan yang dilakuakan oleh gen terhadap pola pikir kita. Dan apabila kalian semua terbiasa berpkir keliru (khususnya dalam menilai dan memandang tentang belajar) hal ini akan memaksa gen-gen yang ada di dalam otak otak kalian untuk memproduksi protein-protein yang akan memperkuat kekeliruan tersebut. So, jagalah pikiran kalian terus-menerus, ok !

Bikin Belajar Selezat Cokelat


Di dalam buku ini kak Fatar dan kak Dennis memberikan solusi kepada kita tentang cara proses belajar itu selezat dan senikmat cokelat. Kita tahu bahwa belajar itu merupakan suatu kegiatan yang sangat membosankan, menjenuhkan, dan bahkan bisa membuat kita frustasi. Semua ini disebabkan karena kita belum tahu thoriqoh belajar yang baik dan menfaat yang terkandung di dalamnya. Dalam hal ini Kak Fatah dan Kak Denis memberikan suatu gambaran kepada kita supaya kita senang dan semangat belajar dalam menuntut ilmu.

Pertama, kita harus mengetahui benar, apa sih itu belajar dan manfaatnya bagi aku? Belajar itu merupakan suatu proses perjalanan manusia dari suatu yang belum dia tahu menjadi tahu. Semua itu tak akan pernah terjadi apabila kita masih belum mengetahui dan mengenal tentang hakekat belajar itu sendiri, tak kenal maka tak sayang. So, sebelum kita memulai belajar kita harus mengetahui apa itu belajar dan apa manfa’at yang kita peroleh ketika belajar dibandingkan dengan ketika tidak belajar (introspeksi diri).

Kedua, semangat (spirit). Tanpa semangat kita tidak akan mungkin belajar secara konsisten dan terarah secara baik. Karena semangat merupakan kunci sukses kita dalam belajar. Tapi sebagian dari kita yang semangat belajarnya turun (terutama bagi anak-anak yang mau melanjutkan ke perguruan tinggi) dikarenakan minimnya biaya untuk kuliah. Semua itu tidak akan pernah terjadi apabila kita mempunyai semangat yang besar. Imam Syafi’i pernah berkata bahwa : “tidaklah penting dalam berburu ilmu, kecuali siapa yang mencari dalam kondisi kekurangan.”

Ketiga, mempunyai impian yang besar atau cita-cita yang besar untuk belajar. Karena belajar tanpa impian itu non sense. Apapun impian kita, tak peduli setinggi langit atau sehebat apapun, semunya bermuara pada satu jua, yaitu keberhasilan di akhirat kelak.

Semua tips-tips yang disajikan dalam buku tadi merupakan salah satu unsur kelebihan yang dikandungnya selain ilustrasi dan gambar yang ada pada buku tersebut. Tapi kalau kita amati lagi , kita akan mengetahui bahwa buku tersebut memiliki beberapa kekurangan, di antaranya yang paling menonjol adalah penggunaan kata-katanya yang sulit dipahami (misal, seyuk: orange) dan tidak sesuai dengan EYD yang digunakan di Indonesia. Walaupun sasarannya itu anak kalangan remaja


M. Yani KWQ